utilduck
Home · Tanggal & Waktu · Kalkulator Weton Jawa

Kalkulator Weton Jawa

Masukkan tanggal untuk mengetahui hari, pasaran, dan neptu dalam kalender tradisional Jawa.

Weton
-

Alat referensi kalender tradisional Jawa, hanya untuk keperluan budaya dan penanggalan — bukan ramalan atau penentu watak.

Hari (dina)-
Pasaran (siklus 5 hari)-
Neptu (hari + pasaran)-

Apa itu weton dalam kalender Jawa?

Weton menggabungkan dua siklus: hari 7 (Minggu sampai Sabtu) yang sudah kita kenal, dan siklus pasaran Jawa yang terdiri dari 5 hari — Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon — yang berputar terus-menerus secara terpisah dari hari 7. Karena 7 dan 5 tidak memiliki faktor persekutuan selain 1, kombinasi hari dan pasaran (misalnya "Sabtu Legi") hanya berulang setiap 35 hari, siklus ini disebut selapan.

Setiap nama hari dan nama pasaran memiliki nilai neptu tradisional; menjumlahkan neptu hari dengan neptu pasaran menghasilkan neptu total seseorang atau suatu tanggal, yang dalam perhitungan kalender Jawa tradisional dipakai antara lain untuk memilih hari baik. Alat ini menghitung hari, pasaran, dan neptu secara matematis berdasarkan siklus kalender, dan tidak menafsirkan nasib atau kecocokan jodoh.

Bagaimana cara menghitung weton saya?

Untuk menemukan weton, tentukan hari dari tanggal tersebut (Minggu-Sabtu) dan posisinya dalam siklus pasaran 5 hari (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) dengan menghitung jumlah hari dari tanggal acuan yang sudah diketahui, lalu gabungkan kedua nama tersebut. Contoh: 1 Januari 2000 jatuh pada hari Sabtu dan berada di posisi Legi dalam siklus pasaran, sehingga wetonnya adalah "Sabtu Legi", dengan neptu 9 (Sabtu) + 5 (Legi) = 14.

Langkah menghitung weton

  1. Tentukan hari biasa (Minggu sampai Sabtu) dari tanggal yang ingin dihitung.
  2. Hitung jumlah hari antara tanggal tersebut dengan tanggal acuan yang pasarannya sudah diketahui.
  3. Ambil sisa bagi jumlah hari itu dengan 5 untuk menemukan posisi dalam siklus pasaran 5 hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon.
  4. Gabungkan nama hari dan nama pasaran untuk mendapatkan weton, misalnya "Sabtu Legi".
  5. Cari nilai neptu untuk hari dan untuk pasaran, lalu jumlahkan keduanya untuk mendapatkan neptu total.

Rumus

Indeks pasaran = (jumlah hari sejak tanggal acuan) mod 5, berputar Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon | Neptu total = neptu hari + neptu pasaran
  • Tanggal acuan yang dipakai di sini: 17 Agustus 1945 (Hari Kemerdekaan Indonesia), yang dikenal luas jatuh pada Jumat Legi
  • Neptu hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9
  • Neptu pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8

Contoh perhitungan weton

TanggalHariPasaranNeptu
17 Agu 1945JumatLegi6+5=11
1 Jan 2000SabtuLegi9+5=14
17 Mei 1990KamisKliwon8+8=16
25 Des 2026JumatLegi6+5=11

Pertanyaan Umum

Apa itu pasaran dan apa bedanya dengan hari biasa?

Pasaran adalah siklus pekan pasar 5 hari yang khas dari kalender Jawa — Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon — yang berputar terus-menerus secara terpisah dari hari 7 yang kita kenal. Karena siklusnya 5 hari, bukan 7, nama pasaran yang sama akan jatuh pada hari yang berbeda setiap kali berulang.

Mengapa weton (hari + pasaran) yang sama hanya berulang setiap 35 hari?

Karena siklus hari 7 dan siklus pasaran 5 berjalan bersamaan, dan 7 dengan 5 tidak punya faktor persekutuan selain 1, kombinasi keduanya baru sejajar kembali setiap 7x5=35 hari. Siklus 35 hari ini disebut selapan dalam tradisi Jawa.

Apa arti angka neptu?

Neptu adalah nilai numerik tradisional yang melekat pada setiap nama hari dan nama pasaran; menjumlahkan keduanya menghasilkan neptu total seseorang atau suatu tanggal. Dalam tradisi Jawa, nilai ini dipakai sebagai salah satu acuan memilih hari baik atau membandingkan weton, bukan pengukuran ilmiah atau prediktif.

Apakah alat ini membuat ramalan nasib?

Tidak. Alat ini hanya melakukan perhitungan kalender secara matematis — menentukan hari, pasaran, dan jumlah neptu dari tanggal yang Anda masukkan. Alat ini tidak menafsirkan watak, jodoh, atau nasib; untuk keperluan adat atau ritual, sebaiknya rujuk buku primbon atau sesepuh yang memahami tradisi Jawa.

Kalkulator ini disediakan sebagai referensi budaya dan penanggalan berdasarkan tanggal acuan historis yang telah didokumentasikan secara publik, dan bukan merupakan ramalan nasib, penilaian kepribadian, atau jaminan ketepatan untuk keperluan adat/ritual. Untuk ritual atau keputusan tradisional penting, silakan periksa ulang dengan buku primbon cetak atau sumber lokal yang memahami tradisi Jawa.

Sources: Kalender tradisional Jawa (siklus pasaran); tanggal acuan 17 Agustus 1945 dikenal luas sebagai Jumat Legi