Mengapa 1 cup tepung dan 1 cup gula beratnya berbeda
Cup adalah satuan volume, tetapi tepung, gula, dan mentega mengisi volume itu secara berbeda karena kepadatannya masing-masing — 1 cup mentega (padat, hampir tanpa rongga udara) beratnya hampir dua kali lipat dari 1 cup tepung (ringan, penuh rongga udara). Itu sebabnya resep yang diukur berdasarkan volume bisa memberi hasil tidak konsisten, dan mengapa konverter ini memakai berat gram terpisah untuk tiap bahan, bukan satu angka konversi umum.
Ukuran cup sendiri juga berbeda tiap negara: alat ini memakai cup AS (240mL) sebagai berat referensi, lalu menskalakannya berdasarkan rasio volume untuk cup Jepang (200mL) dan cup metrik Australia/Kanada/Selandia Baru (250mL).
- Tepung terigu serbaguna — 125g / cup (US)
- Gula pasir — 200g / cup (US)
- Mentega — 227g / cup (US)
- Gula merah (dipadatkan) — 220g / cup (US)
- Gula merah (longgar, tidak dipadatkan) — 145g / cup (US)
Cara menyendok memengaruhi hasil
Menyendokkan tepung ke dalam cup lalu meratakan permukaannya memberi hasil yang lebih ringan dan akurat dibanding menciduk langsung dari kemasan, yang memadatkan tepung dan bisa menambah berat 10-20%. Gula merah sebaliknya: resep biasanya memaksudkan gula merah yang "dipadatkan" kecuali disebutkan "longgar" — gula merah yang dipadatkan beratnya sekitar 50% lebih berat dibanding cup yang sama diukur longgar, seperti terlihat di bawah.
Berat gram yang ditampilkan adalah nilai referensi umum dari USDA FoodData Central; berat sebenarnya bisa berbeda tergantung merek, kelembapan, dan cara menyendok. Untuk membuat kue yang presisi, timbang bahan dengan timbangan dapur, bukan mengukur dengan cup.